Bengkulu-Selain kembang api belum lengkap rasanya bila pada malam pergantian tahun tanpa ada kehadiran terompet. Berbagai jenis terompet mulai bermunculan menjelang tahun baru. Berbentuk kerucut, bentuk naga, bahkan bentuk gulungan kain batik pun ada. Harganya pun bervariasi sesuai dengan ukuran dan tingkat kerumitan pembuatannya, harga benda yang berkisar dari Rp.5000 sampai dengan Rp.20000 ini banyak ditemui dipusat keramaian seperti halnya di pasar ataupun ditepi jalan raya.

Jelang tahun baru pak Pardio, seorang pencari barang
bekas beralih profesi menjadi penjual terompet.
Harga merupakan salah satu alternative pembeli untuk membeli property tahun baru ini. Keunikan dari jenis-jenis terompet pun menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Namun siapa sangka sebenarnya benda ini merupakan hasil kerajinan para pencari barang bekas yang memiliki kreatifitas dan inisiatif penambah penghasilan akhir tahun. “Sebenarnya saya adalah seorang pemulung, jadi hasil pembelian barang bekas saya selama ini saya pisahkan barang-barang yang masih bagus seperti halnya kertas bekas, tutup botol sirup dan balon bekas guna menghemat modal untuk pembuatan terompet yang memang saya rencanakan sejak lama untuk menyambut tahun baru. Begitu juga dengan penjual-penjual terompet lainnya biasanya sebagian dari mereka membeli terompet kepada saya untuk dijual kembali” Ujar Pak Pardio, penjual yang berjualan di Jl.Sudirman Kota Bengkulu.
0 komentar
Posting Komentar